Dalam rangka mendorong tata kelola keuangan desa yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus BUMDes terkait penggunaan aplikasi keuangan berbasis double entry di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Rabakodo, dan dimulai pada pukul 09.00 WITA hingga selesai.
Pelatihan ini diikuti oleh pengurus BUMDes dari tiga desa, yaitu Desa Rabakodo, Desa Tente, dan Desa Kalampa. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) yang turut berperan aktif dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan BUMDes di tingkat desa.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemampuan pengurus BUMDes dalam mengelola administrasi dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi sederhana. Dengan meningkatnya kapasitas sumber daya manusia, diharapkan pengelolaan BUMDes dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa.
Sebagai narasumber utama, Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Bima, Susanto Saputro, ST, hadir memberikan materi sekaligus pendampingan teknis kepada para peserta. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya penerapan sistem pencatatan keuangan yang tertib dan sistematis guna menciptakan laporan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah penggunaan Aplikasi PPAK BUMDes Versi 4.2, yaitu aplikasi pengelolaan keuangan yang berbasis sistem double entry. Sistem ini memungkinkan setiap transaksi dicatat dalam dua sisi, yaitu debit dan kredit, sehingga menghasilkan keseimbangan dalam laporan keuangan serta meminimalisir kesalahan pencatatan.
Materi pelatihan yang diberikan meliputi pengenalan dasar-dasar akuntansi, pemahaman sistem double entry, serta praktik langsung penggunaan aplikasi PPAK BUMDes Versi 4.2. Peserta diajarkan mulai dari proses penginputan data awal, pencatatan transaksi harian, hingga penyusunan berbagai laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
Pelatihan ini dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Para peserta diberikan kesempatan untuk langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi dengan pendampingan intensif dari narasumber. Dengan metode ini, peserta diharapkan mampu memahami secara menyeluruh alur pengelolaan keuangan berbasis aplikasi dan dapat menerapkannya secara mandiri di masing-masing BUMDes.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan manual yang kurang rapi, keterlambatan penyusunan laporan, hingga keterbatasan pemahaman akuntansi, menjadi bahan diskusi yang konstruktif dalam kegiatan ini.
Melalui pelatihan ini, pengurus BUMDes di Desa Rabakodo, Tente, dan Kalampa diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan secara profesional dan akuntabel. Penerapan Aplikasi PPAK BUMDes Versi 4.2 diharapkan menjadi solusi dalam menciptakan sistem administrasi yang lebih tertib, transparan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BUMDes.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pengurus BUMDes, Pendamping Desa, dan Pendamping Lokal Desa dalam mendukung keberlanjutan usaha ekonomi desa. Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan mampu berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan ekonomi desa berbasis potensi lokal, khususnya di wilayah Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat peran BUMDes sebagai pilar utama ekonomi desa.


.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar